Categories
Parenting

Info dan Tips Untuk Mama Hamil Trimester II

Bila Mengalami Amnemia

Perlu digarisbawahi, tekanan darah rendah (hipotensi) berbeda dari kadar hemoglobin rendah (anemia). Keadaan anemia bisa memberikan dampak bagi kehamilan maupun persalinan di kemudian hari. Misalnya, bayi berat lahir rendah, prematur, pertumbuhan bayi terhambat, sampai dengan perdarahan pascapersalinan. Hemoglobin merupakan komponen dalam eritrosit (sel darah merah) yang berfungsi untuk mengikat oksigen. Apabila terjadi kondisi hipotensi yang disertai anemia, maka suplai oksigen ke jaringan tubuh semakin berkurang, sehingga keluhan-keluhan hipotensi pun semakin berat. Karena itu, pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk mengetahui kadar hemoglobin darah mamil guna memastikan adakah masalah anemia atau tidak. Bila ada, terapi yang diberikan bergantung pada penyebab anemianya dan berapa rendah kadar hemoglobinnya.

Lebih Dari 50% Mamil Kelebihan Berat Badan

Menurut studi yang dimuat di jurnal Obstetrics & Gynecology, kenaikan berat badan (BB) yang dialami oleh sebagian besar mamil cenderung berlebihan. “Angka yang ditemukan ini memprihatin kan, karena berat badan yang berlebihan bisa menimbulkan masalah kesehatan, baik bagi mama maupun bayinya,” kata Andrea Sharma, ahli Epidemiologi, dari Maternal and Infant Health Branch, Centers for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat. Salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan BB mamil berlebihan adalah pola pikir yang keliru. Banyak mamil menganggap, kehamilan adalah masa ketika mereka tidak perlu memusingkan BB dan punya kesempatan untuk makan sebanyak yang disuka. Mereka juga berpikir, kelebihan berat itu akan hilang dengan sendirinya segera setelah melahirkan.

Kapan Perlu Tes Fetal Fibronectin?

Ketika mamil mengalami kram pada trimester 2, dokter mungkin menyarankan untuk menjalani tes yang disebut Fetal Fibronectin. Menurut Kathryn Shaw, MD, ahli perinatologi dari White Memorial Medical Center, Los Angeles, tes ini berguna untuk mencari tahu apakah kram yang dialami ini bukanlah pertanda akan terjadinya kelahiran prematur. Proses tes Fetal Fibronectin mirip dengan Pap’s smear. Dokter akan mengambil contoh sekret dari area vagina dan leher rahim untuk diperiksa di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan bisa dilihat, apakah terdapat fetal O broneFtin, sejenis protein yang terkandung dalam cairan ketuban. Jika ternyata mamil tidak termasuk berisiko mengalami kelahiran prematur, maka tidak perlu menjalani tindakan khusus. Sementara jika hasil tesnya positif, dokter akan meminta mamil mengurangi level aktivitas atau segera dirawat di rumah sakit.

Setelah melahirkan pun tugas dan tanggung jawab orangtua adalah mendidik anak. Berikan anak pendidikan bahasa asing di tempat terbaik les bahasa Perancis di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *